Thursday, February 25, 2016

Tikus Etruscan Shrew, Jago Makan Bertubuh Mungil

www.AstroDigi.com AstroDigi.com | Kamis, 25 Feb 2016 | Melihat hewan yang satu ini secara sekilas mungkin akan tampak seperti mainan kecil saja. Ukuran tubuh yang sangat kecil dan suara mencicit seperti burung adalah tampilan khas dari tikus Etruscan Shrew. Meski bukan tergolong hewan langka, namun hewan pengerat yang satu ini jarang ditemukan.

Etruscan Shrew memiliki nama latin Suncus Etruscus, memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih kecil dari tikus dari jenis yang lainnya. Tikus dewasa penuh dari jenis ini hanya berukuran 4 sentimeter saja, dan berat tubuh yang tidak lebih dari 1,8 gram.
www.AstroDigi.com www.AstroDigi.com
Jantung kecil dari hewan mungil ini normalnya berdetak sampai 1500 kali per menit, bandingkan dengan manusia yang jantungnya hanya berdenyut satu detik sekali saja. Dengan denyut jantung sekencang itu, Etruscan Shrew otomatis memiliki otot jantung yang kuat sekali. Otot jantung dari Etruscan Shrew sedemikian kuat dan tebal, sehingga mencapai 1,2% dari total bobot tubuhnya. Luar biasa!

Hewan kecil ini hidup dengan memakan berbagai serangga, seperti semut, belalang, kupu-kupu, dan juga larva, cacing, serta organisme kecil lainnya. Namun larva dan belalang besar yang hampir seukuran tubuh mereka pun dapat mereka mangsa. Meski bertubuh mungil, namun Etruscan Shrew doyan makan, dan mampu memakan makanan hingga separuh dari berat tubuh mungil mereka.

Mereka memiliki bulu coklat hampir pada seluruh tubuhnya, kecuali pada bagian dada dan perut yang warna bulunya cenderung ke-abu-abu-an. Etruscan Shrew hidup di belantara pegunungan dan biasanya udaranya cukup dingin. Hewan jenis ini juga ditemukan di beberapa negara yang memiliki 4 musim. Pada musim dingin, Etruscan Shrew yang tinggal diwilayah 4 musim mempunyai kemampuan untuk hibernasi (tidur panjang).

Selama masa hibernasi, denyut jantung mereka turun hingga separuh denyut jantung normal, suhu tubuh mereka juga turun, sehingga energi yang masih tersimpan dalam tubuh mereka menjadi efisien. Pada musim semi biasanya adalah musim kawin bagi hewan ini. Tikus betina yang hamil biasanya akan melahirkan setelah hari ke 25-28 (kurang dari sebulan).

Seperti halnya tikus jenis lainnya, sekali melahirkan tikus ini mampu melahirkan 2 sampai 6 ekor bayi tikus sekaligus. Bayi mereka sedemikian mungil, dengan bobot hanya 0,2 gram saja. Bayi Etruscan Shrew akan mampu berjalan normal hanya dalam waktu 15 hari saja. Dan seekor Etruscan Shrew mencapai kedewasaan dan sudah mampu berdikari pada usia sebulan. Meski mungil tapi hebat!

Dengan ukuran tubuh sedemikian mungil ini, Etruscan Shrew adalah mamalia paling kecil yang pernah ditemukan manusia saat ini. Usia Etruscan Shrew hanya berkisar 2 tahun saja, beruntunglah karena mereka mampu berkembang biak cukup cepat maka hewan ini tidak tergolong hewan yang hampir punah.

Namun demikian kehidupan mereka banyak terancam oleh manusia yang dalam perluasan ladang dan pertanian seringkali merusak dan menghancurkan sarang mereka dan membinasakan seluruh kelompok tikus yang bersarang disitu. Dan dialam liar mereka harus menghadapi berbagai hewan pemangsa seperti ular dan burung pemangsa, terutama burung hantu.

Hewan ini banyak terdapat di kawasan Afrika, Eropa timur, dan sebagian wilayah Asia. Di Indonesia, hewan ini bisa ditemui diwilayah Kalimantan bagian utara yang berbatasan dengan wilayah Malaysia. Jadi .. pembaca yang ingin melihat hewan ini di habitat aslinya harus menyiapkan diri untuk berpetualang masuk ke hutan Kalimantan .. bagaimana? Siap?

 www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

Comments :

0 comments to “Tikus Etruscan Shrew, Jago Makan Bertubuh Mungil”


Post a Comment