Sunday, March 14, 2010

Taksi Khusus Wanita Mulai Beroperasi di Kairo


www.AstroDigi.com


Gambar diambil dari: http://emilyincairo.files.wordpress.com

Analisadaily.com | WANITA melayani wanita. Ini dicerminkan oleh mulai beroperasinya taksi berpengemudi wanita yang juga membawa penumpang wanita saja di jalanan Kairo.


www.AstroDigi.com

Salah satu dari supir taksi khusus itu adalah Inas Hamam, yang tengah menanti penumpang pertama, yakni wanita Mesir, yang sudah jenuh dengan pelecehan seksual sehingga lebih menyukai supir taksi wanita.

Mengikuti jejak layanan lain yang ramah terhadap wanita -- gerbong khusus buat wanita di metro Kairo dan kafe buat wanita saja--taksi pertama berpengemudi wanita itu mulai muncul di jalanan ramai Kairo. Langkah tersebut dikecam para penentang pemisahan demikian.

“Ini baru permulaan. Saya pikir ini merupakan sebuah ide istimewa yang menyediakan tempat khusus buat wanita di angkutan umum,” ungkap Inas, 36, yang ibu satu anak. “Saya akan jadi orang pertama untuk mendorongnya,” imbuh Inas, yang seperti kebanyakan wanita Muslim Mesir memakai jilbab.

Panggilan

Prakarsa taksi khusus itu diluncurkan oleh perusahaan swasta Cairo Cab, yang menyediakan bagian dari armadanya untuk layanan khusus wanita saja. Perusahaan itu menerima sekira 300 panggilan sehari, dengan 80 persen dari penelepon wanita meminta supir wanita, ungkap Mahmud Kamel dari Cairo Cab.

Dalam beberapa tahun terakhir, wanita-wanita- penduduk Mesir baik pakai jilbab atau tidak, dan warga asing - bersikap semakin vokal saja soal pelecehan seksual secara lisan atau fisik di jalanan dan di atas angkutan umum, di tengah berbagai upaya pemerintah dan berbagai kelompok pemerhati hak asasi untuk menyingkap problema itu.

Serukan

Dalam Desember lalu, wakil ketua parlemen Mesir dan anggota Dewan Wanita Nasional Zeinab Radwan menyerukan sebuah rancangan undang-undang untuk melindungi wanita dari pelecehan seksual, yang menurutnya telah mencapai tingkat “biadad” dan mengancam ambruknya masyarakat.

Berbagai kelompok hak asasi wanita di Mesir sudah lama berkampanye menentang pelecehan dan serangan seksual di Kairo, seraya menuding polisi tutup mata saja terhadap fenomena tersebut. Pemidanaan jarang terjadi di Mesir, yang tidak memiliki UU yang menentukan pelecehan seksual.

Menurut sebuah studi oleh Egyptian Centre for Women’s Right (ECWR), 83 persen dari wanita Mesir dan 98 persen dari wanita asing yang tinggal di Mesir pernah mengalami pelecehan seksual. Tapi kelompok HAM itu kurang begitu sreg dengan ide layanan taksi khusus wanita karya mereka berkeyakinan hal tadi akan meningkatkan gap antara jenis kelamin di tempat publik.

Reaksi

Layanan itu menerima reaksi beragam di jalanan. “Kami tak terbiasa melihat supir taksi wanita,” ujar mahasiswi Mona Ashraf. Dia menilai pekerjaan itu sebagai dunianya pria. Namun seorang ayah bernama Mohammed Salah yang berasal dari kawasan kelas pekerja, menilai skema itu menghibur.

“Jika saya pesan taksi untuk putri saya, maka saya lega mengetahui supir taksi itu seorang wanita,” ucapnya. Begitupun, banyak orang Mesir yang menilai naik taksi masih terbilang mahal, harus memilih mini-bus padat penumpang tempat perbuatan iseng dan kurang terpuji terhadap wanita merupakan hal yang terbilang umum.

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...