Saturday, January 21, 2017

Belajar Ketangguhan Mental Dan Kegigihan Kerja Dari Solomon Hicks

www.AstroDigi.com AstroDigi.com | Sabtu, 21 Jan 2017 | Membaca adalah salah satu hobi saya sejak masih kanak-kanak hingga saat ini. Untuk memenuhi hobi ini saya banyak membeli dan mengkoleksi buku-buku. Ada ribuan buku yang saya koleksi dari berbagai tema bahasan, baik itu buku-buku tentang teknik, agama, kesehatan, pengembangan diri, bisnis, dan lain sebagainya. Salah satu buku yang bertema pengembangan diri adalah buku berjudul “Wise Guys Finish First”, yang ditulis oleh Solomon Hicks.

Dalam buku “Wise Guys Finish First” ini Solomon Hicks bercerita tentang garis besar perjalanan hidupnya yang penuh rintangan dan cobaan, bagai mendaki pegunungan karang yang terjal. Salah satu hal yang patut saya puji dari Solomon Hicks adalah ketangguhan mentalnya yang sangat luar biasa, benar-benar jauh diatas rata-rata manusia pada umumnya.

Dalam buku tersebut Solomon mengatakan bahwa buku itu ditulis bukan untuk sekedar berbagi kisah hidup, namun lebih dari itu Solomon Hicks menginginkan para pembacanya untuk memakai kisah hidupnya sebagai sarana agar pembaca bisa lebih mudah untuk mengungkapkan kisah hidupnya.

Solomon adalah seorang kulit hitam yang lahir pada masa dimana rasisme terhadap kulit hitam masih kuat di Amerika, tentu masa-masa dimana ia memulai karir menjadi lebih sulit dibandingkan pada masa kini dimana rasisme sudah mulai memudar, bahkan Barrack Obama yang berkulit hitam dapat diterima sebagai presiden Amerika. Kesulitan itu ditambah lagi dengan pendidikan format Solomon yang hanya sampai sekolah menengah atas saja, sehingga sulit untuk bersaing dengan para sarjana untuk mendapatkan kursi pimpinan.

Setelah menikah, Solomon bekerja di bank sebagai kasir, dan sekaligus bekerja paruh waktu di pabrik J&J (Johnson & Johnson). Bekerja didua tempat sekaligus menjadikannya lelah luar biasa, sehingga ia harus mengkonsumsi minuman berkafein untuk mengatasi rasa kantuknya seusai bekerja. Sedemikian lelahnya Solomon, sehingga sepulang kerja beberapa kali tertidur saat menyetir mobilnya, beruntunglah ia tidak mengalami kecelakaan fatal akibat hal tersebut.

Karena karirnya yang stagnan, Solomon memutuskan untuk keluar dari bank tempatnya bekerja dan juga mengakhiri kerja paruh waktunya di J&J, untuk membuka usaha sendiri dibidang penjualan properti dan asuransi. Dari sinilah kemampuan menjualnya mulai terbangun, meski tergolong lambat dalam meningkatkan "sales skill" (ketrampilan berjualan), namun sekali lagi berkat kerajinan dan kegigihannya dalam menawarkan produk membuat angka penjualannya selalu bagus.

Sayangnya usaha ini bangkrut karena rekan usaha Solomon menipunya dan menggunakan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi. Solomon yang bangkrut dengan hanya menyisakan uang tabungan senilai $6 saja, akhirnya bekerja sebagai agen asuransi di perusahaan Prudential. Dengan tanpa telepon dan tanpa mobil, Solomon yang kemana-mana harus naik bis dan mencari cara untuk mengirit pengeluaran karena keuangannya sudah sangat menipis sedang ia sudah berkeluarga, membuat  awal dari perjalan hidupnya sebagai agen asuransi sangatlah berat.

Untuk menelepon Solomon harus menggunakan telepon umum, dan calon pelanggannya ia dapat dari buku telepon yang ada di terminal bis. Solomon juga bukan tergolong orang dengan otak yang pandai, untuk mengingat apa saja yang harus ia sampaikan pada saat menawarkan produk, ia harus mencatat segala hal yang perlu dipresentasikan di kertas kecil yang ia kantongi dan ia keluarkan saat bertemu dengan calon pelanggan.

Karena penguasaan product knowledge (pengetahuan tentang produk) yang dimiliki Solomon kurang baik, ia seringkali salah dalam memberikan penjelasan atau perhitungan nilai asuransi, sampai-sampai terkadang calon pelangganlah yang meralat perhitungan yang dibuat Solomon.

Solomon juga mengakui kekurangannya dalam menutupi ketidak-tahuannya dalam product knowlege membuatnya seringkali tampak bodoh dihadapan calon pelanggannya, dan seringkali hal tersebut membuatnya malu dihadapan calon pelanggannya.  Namun luar biasanya, dengan sekian banyak kekurangan dan kelemahan ditambah berbagai kesulitan dan rintangan yang dihadapinya, Solomon tetap gigih berusaha dan menawarkan produk kepada pelanggan sebanyak yang ia bisa.

Hasilnya pada tahun pertama ia terjun sebagai agen asuransi, ia berhasil meraih penghargaan sebagai "Rookie of The Year" sebagai agen pendatang baru dengan angka penjualan tertinggi. Kesuksesan sebagai penjual terbaik ini tidak serta merta membuat rintangan hidupnya melunak dan menjadi lebih mudah.

Berbagai keputusan yang "sebenarnya keliru" termasuk diantaranya pindah ke California, dan membeli rumah yang fasilitasnya tidak sesuai dengan yang diharapkan dan menghadapi puluhan pelanggan asuransinya yang "lapsed" (asuransi yang non aktif karena tidak ada pembayaran premi), meski sempat membuatnya frustasi luar biasa, namun tidak menurunkan kegigihannya untuk terus bekerja dan berusaha semaksimal mungkin yang ia bisa lakukan.

Termasuk saat saat Solomon merasa frustasi karena peningkatan ibadah agamanya ternyata tidak membuat peningkatan pada angka penjualannya, juga tidak menurukan kegigihan kerjanya. Berbagai peristiwa pahit yang dialaminya akhirnya mengantarkannya pada sebuah pemikiran baru bahwa ia tidak lagi terlalu menginginkan segala kesuksesan untuk dirinya sendiri.

Solomon yang menemukan pemahaman mengenai kebijakan dalam bukunya menuliskan bahwa seorang manusia seharusnya memakai seluruh kemampuan yang ada pada dirinya untuk memperbaiki dunia, dan bukan hanya terfokus kepada diri sendiri. Kebahagiaan dalam melihat kesuksesan orang lain sebagai bagian dari kesuksesan diri, membuatnya seperti lepas dari belenggu duniawi, yang malah ternyata melesatkan prestasi penjualannya.

Dalam karirnya selama 44 tahun sebagai agen asuransi di Prudential, ia menerima 11 kali penghargaan untuk penjualan nomor satu, dan 17 kali masuk dalam kualifikasi peraih MDRT (Million Dollar Round Table), yaitu penghargaan tertinggi untuk para agen asuransi yang meraih angka penjualan tinggi.

Dari Solomon Hicks kita bisa belajar banyak bahwa dengan ketangguhan mental, kerja keras, dan terus belajar, maka seseorang yang tidak pandai dan harus memulai karir dari kondisi serba susah juga bisa meraih sukses.
Seperti banyak orang bijak yang berkata "Sukses adalah milik anda", yang menyiratkan bahwa semua orang berhak untuk sukses dan bisa sukses.

Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian, dan khususnya bagi yang menjalani karir sebagai agen asuransi, supaya semakin yakin dengan usahanya, dan tetap semangat dan gigih berusaha .. selamat beraktifitas .. have a nice day :-)

 www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

Comments :

0 comments to “Belajar Ketangguhan Mental Dan Kegigihan Kerja Dari Solomon Hicks”


Post a Comment