Sunday, December 6, 2009

Menguak Misteri Segitiga Bermuda – Part 1


Gambar diambil dari: www.newamerica.net, www.the-bermuda-triangle.com

AstroDigi.com | Sebuah wilayah di perairan internasional, yang terletak di lepas pantai Bahama dan masih dalam lingkup samudra Atlantik bagian utara, terdapat sebuah area misterius, dimana tercatat berulang kali kapal dan pesawat yang melintasi area tersebut hilang secara misterius, dan tidak diketemukan jejaknya, seperti lenyap begitu saja ditelan samudra. Wilayah ini dikenal dengan nama Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle) atau karena misterinya dikenal juga dengan Segitiga Setan (Devil’s Triangle).

Berbagai pemberitaan kemudian menghubungkan misteri hilangnya sejumlah kendaraan laut dan udara yang melintasi wilayah ini dengan kehadiran makhluk angkasa luar (UFO), atau adanya lorong waktu, atau menyebutkan bahwa segitiga ini merupakan pintu menuju dimensi lain, atau mengaitkan dengan hal-hal dari dunia supranatural, atau ada juga pendapat bahwa terdapat sebuah pusaran air maha besar yang menyeret seluruh benda ke dasar samudra.


Disebut segitiga karena wilayah misterius ini membentuk segitiga seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2, dari Bermuda, yang merupakan teritorial Inggris dibagian utara, kemudian Puerto Rico, yang merupakan teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan hingga Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.
Wilayah ini sebenarnya merupakan wilayah transportasi dengan lalu lintas laut yang cukup padat, kapal-kapal kargo, kapal pencari ikan dan juga kapal pesiar, dari berbagai pelabuhan di Amerika dan Eropa sering melintasi jalur ini. Demikian juga lalu lintas udara wilayah inipun tergolong tinggi, pesawat komersial maupun pribadi antara Florida dan kepualauan wisata di Karibia banyak melintas di jalur ini.

Mitos ini dimulai pada 16 September 1950, ketika EVW Jones seorang penulis dari Associated Press, membuat dokumentasi mengenai hilangnya berbagai transportasi darat dan laut yang melintasi wilayah tersebut, sejak ratusan tahun sebelumnya. Diantaranya terdapat dokumentasi mengenai peristiwa hilangnya Flight 19, yaitu 5 pesawat tempur TBM Avenger, yang dikemudikan oleh para pilot US Navy, yang kemudian hilang saat melakukan pelatihan pada 5 Desember 1945. Pesawat yang mempunyai kemampuan mengapung di laut dan dikemudikan oleh para pilot dengan jam terbang tinggi, hilang tanpa jejak, baik pesawatnya maupun pilotnya.

Pada tanggal 4 Maret 1918, kapal perang Amerika USS Cyclops, berangkat dari pulau Barbados. Kapal dibawah komando Letnan CDR GW Worley, hilang tanpa jejak berikut 309 awaknya.
Kapal Carroll A. Deering yang dibuat pada tahun 1919, ditemukan kandas di Diamond Shoals, dekat Tanjung Hatteras, North Carolina pada 31 Januari 1921, seluruh awak kapal hilang.
Pada tanggal 18 April 1925, kapal jepang Raifuku Maru berangkat dari Boston menuju ke Hamburg, dan rute perjalanan kapal ini melintasi Segitiga Bermuda. Kapal ini hilang tanpa jejak setelah sesaat sebelumnya seorang awak mengirimkan pesan radio "It's like a dagger, come quick!" (ini seperti pisau, lekas datang!).

Setelah komunikasi dengan Flight 19 terputus, Angkatan Laut Amerika Serikat mengirimkan pesawat marinir PBM-5 (nomor seri 59.225), untuk melacak jejak seluruh pesawat Flight 19, pesawat amphibi yang dapat mendarat di atas air ini, hancur dalam sebuah ledakan udara pada Desember 1945 lepas pantai Florida dekat Bahama saat mencari yang hilang Avengers of Flight 19. PBM-5 yang meledak ini juga lenyap, 13 awak pesawatnya juga hilang, yang dapat ditemukan hanyalah sisa bahan bakar pesawat yang tercecer dipermukaan laut. Peristiwa ini menambah suasana kental nuansa misteri yang melingkupi segitiga Bermuda.

Pesawat milik British South American Airways, G-Star Tiger AHNP menghilang pada 30 Januari 1948 dalam penerbangan dari Azores ke Bermuda.
Pada tanggal 28 Desember 1948, sebuah Douglas DC-3 pesawat, nomor NC16002, menghilang pada penerbangan dari San Juan, Puerto Rico, ke Miami. 32 orang penumpang dan awak pesawat tidak diketemukan.
Satu lagi pesawat milik British South American Airways, G-Star Ariel menghilang pada 17 Januari 1949, di sebuah penerbangan dari Bermuda ke Kingston, Jamaika.



Bersambung . . .

www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

Comments :

0 comments to “Menguak Misteri Segitiga Bermuda – Part 1”


Post a Comment