Wednesday, March 29, 2017

Max Steel, Film Superhero Yang Diramu Secara Kurang Serius, Dan Serba Kurang Jelas!

www.AstroDigi.com AstroDigi.com | Rabu, 29 Mar 2017 | Saat menonton trailer film Max Steel saya mendapatkan image bahwa film tersebut akan menayangkan kisah tentang seorang pemuda yang memperoleh kekuatan super, namun tidak mampu mengontrol kekuatan super yang dimilikinya tersebut, dan kemudian lewat berbagai latihan intensif kemudian mampu mengontrol kekuatan super yang dimilikinya.

Dan seperti kisah superhero yang lainnya kemudian datang musuh yang mendapatkan kekuatan yang sama, dengan kostum yang biasanya mirip (karena sumber kekuatannya sama), dan kemudian berhadapan satu sama lain sebagai kekuatan yang seimbang, satu membela kebenaran, sementara yang lainnya berusaha untuk menguasai dunia .. klasik!

Dan saat kemudian saya menonton film tersebut, saya mendapati bahwa secara garis besar kisah dalam film tersebut memang sesuai dengan apa yang saya bayangkan. Namun sungguh mengecewakan ternyata detail penyajiannya tidak sesuai dengan yang saya harapkan. Secara keseluruhan film ini bagi saya masuk dalam kategori film jelek dan “not recommended” (tidak saya rekomendasikan untuk ditonton).

Film ini mengisahkan tentang Max McGrath (Ben Winchell), seorang pemuda yang hanya tinggal berdua dengan Molly McGrath (Maria Bello), karena sudah ditinggal pergi oleh ayahnya, merasa kesal karena setiap kali harus berpindah-pindah rumah. Dan secara tiba-tiba mendapatkan kekuatan super misterius dalam dirinya. Nah .. disinilah awal mula ketidak-nyamanan penyajian film ini mulai saya rasakan, karena tidak digambarkan secara lebih detail, pribadi semacam apa Max ini, apakah ia tumbuh sebagai pemuda canggung, atau pemuda penuh percaya diri, apakah pemalu ataukan pemberani, tidak jelas! Kemudian kekuatan semacam apa yang dimiliki Max, juga tidak digambarkan dengan detail di film tersebut.

Dalam sebuah kecelakaan yang tidak disengaja, Max berkenalan dengan seorang gadis cantik bernama Sofia Martinez (Ana Villafarie), disinipun ketidak-nyamanan yang sama muncul kembali, seperti halnya saat film ini memperkenalkan Max pada penonton secara tidak jelas, kali ini Sofia juga diperkenalkan secara tidak jelas pula, bagaimana keseharian gadis ini, seperti apa orang tuanya, dan bagaimana pula kepribadian Sofia, tidak ada detail yang jelas digambarkan disini!

Dan konyolnya, dengan proses yang kelewat singkat, dihari yang sama dengan hari perkenalan, Sofia kemudian memperlakukan Max seperti pacar lama yang sudah dikenalnya saja. Dan saat pulang kembali ke rumah Max mendapatkan Molly sedang berbincang dengan Dr. Miles Edward (Andy Garcia), yang diperkenalkan oleh Molly sebagai rekan kerja Jim McGrath, ayah dari Max, di perusahaan N-Tek.

Berbeda dengan penjelasan tentang Umbrella Inc. di film Resident Evil yang secara gamblang dijelaskan sebagai sebuah perusahaan dalam skala besar yang mensuport fasilitas perang, di film Max Stell ini tidak ada kejelasan seberapa besar dan seberapa hebat perusahan N-Tek ini, dan apa peranannya dalam kancah bisnis dan politik.

Dan tanpa ada penjelasan yang detail (seperti sebelumnya) ditayangkan adegan bolak-balik antara obrolan di ruang tamu dengan adegan kaburnya Steel, sebuah robot mungil yang merupakan cikal bakal rekan sejiwa dari Max. Gabungan kekuatan Max dan Steel mampu menciptakan sosok superhero baru dengan kekuatan listrik (kalau tidak salah, karena memang tidak jelas).

Setelah adegan flashback berulang kali, yang ditayangkan dalam tempo cepat dan terasa mengganggu, akhirnya Max mendapati bahwa ternyata Dr. Miles Edward, yang saat ini menjadi pimpinan N-Tek, adalah musuh dalam selimut, dan secara sengaja menyebabkan Jim MacGrath terbunuh.

Film yang merupakan produksi dari Mattel dan disutradarai oleh Stewart Hendler, yang dikenal lewat film-film yang dibuat dengan teknologi digital (tapi dengan cerita yang kurang bermutu), seperti Sorority Row, dan Hallo 4 Forward Unto Dawn, memang menggarap film ini secara kurang serius dan dengan detail yang jelek. Dan keadaan ini masih diperparah dengan tayangan gambar yang suram, nyaris disepanjang film. Bahkan saat siang hari, suasana senantiasa ditampilkan suram.

Saya menyayangkan bahwa bintang Hollywood papan atas seperti Andy Garcia dan Maria Bello mau membintangi film sejelek ini, benar-benar menyia-nyiakan bakat cemerlang mereka. Garcia tampil tanpa ada satupun dialog yang berkarakter, benar-benar berbeda saat saya menonton karakternya di trilogi Godfather.

Menonton adegan laga di film ini seperti menonton tayangan duel jagoan jepang Gaban atau Kamen Rider saja, tidak tampak spektakuler sama sekali, dan menjemukan!
Intinya film Max Steel ini memang layak untuk TIDAK ditonton, sebaiknya waktu anda yang berharga anda manfaatkan untuk menonton film lain yang lebih bermutu saja dibandingkan dengan film ini. Dan film ini juga sukses menuai kritik pedas dari berbagai kritisi dan media seperti Roger Ebert, situs Rotten Tomatoes, dan situs Metacritic. Memang jelek!

 www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

Comments :

0 comments to “Max Steel, Film Superhero Yang Diramu Secara Kurang Serius, Dan Serba Kurang Jelas!”


Post a Comment