Saturday, May 6, 2017

7 Alasan Mengapa Menggunakan Mikrokontroler (Microcontroller) Dalam Sebuah Rangkaian Digital?

www.AstroDigi.com AstroDigi.com | Sabtu, 6 Mei 2017 | Ada 2 komponen yang masuk dalam kategori ”high end” dalam teknologi digital adalah  Mikroprosesor (Microprocessor) dan Mikrokontroler (Microcontroller). Kedua komponen ini mampu melakukan berbagai tugas aritmetika dan logika yang kompleks.

Sebelum adanya mikroprosesor dan mikrokontroler, sebuah pekerjaan logika atau sebuah pekerjaan aritmetika harus dikerjakan oleh sebuah komponen yang biasanya berupa IC (Integrated Circuit). Misalnya saja untuk mengerjakan logika AND maka harus menggunakan IC 7408 yang merupakan IC gerbang AND. Untuk mengubah tampilan dari BCD menjadi tampilan untuk 7-segment harus menggunakan sebuah IC 7447 misalnya.

Sehingga untuk membuat sebuah sistem yang sederhana saja, misalnya sebuah sistem digital untuk menghitung jumlah tetesan air dalam sebuah saluran infus saja misalnya, diperlukan rangkaian yang menggunakan sampai belasan bahkan mencapai puluhan IC. Tentu saja hal ini menjadi sangat tidak praktis dan tentunya ukuran fisik dari rangkaian juga boros tempat.

Mikrokontroler dan mikroprosesor dibuat untuk menggantikan fungsi dari banyak IC sekaligus, sebuah rangkaian digital yang semula butuh puluhan IC bisa dibuat hanya dengan 1 atau 2 IC saja, praktis dalam perancangan, dan hasil rangkaiannya juga hemat tempat. Mikroprosesor lebih cocok digunakan untuk membuat sebuah sistem komputer atau smartphone, sedangkan mikroprosesor cocok digunakan untuk pengganti sistem digital yang tidak butuh kecepatan pengolahan yang tinggi.

Untuk dapat bekerja dalam sebuah sistem, mikroprosesor butuh lebih banyak komponen pendukung, dan tidak bisa bekerja sendirian. Sedangkan mikrokontroler bekerja dengan sedikit komponen pendukung, dan bisa bekerja sendirian saja, artinya dimungkinkan untuk membuat sebuah rangkaian digital dengan hanya menggunakan sebuah IC saja .. praktis bukan?

Sehingga untuk menggantikan rangkaian digital dalam sebuah sistem logika atau aritmetika digital, sebaiknya digunakan mikrokontroler. Mikrokontroler dapat dimanfaatkan baik untuk sebuah sistem sederhana untuk aplikasi non-industri, dan dapat juga dimanfaatkan untuk sistem canggih, untuk aplikasi industri.

Mikrokontroler dilengkapi dengan port paralel dan port serial untuk menerima dan mengirim data antar komponen ataupun berkomunikasi dengan komputer. User (pengguna) yang ingin melakukan pengendalian peralatan lewat komputer bisa menggunakan mikrokontroler sebagai interface (antar muka perantara dari 2 peralatan) antara komputer dengan hardware yang dikendalikannya. Pengontrolan palang pintu pada aplikasi parkir misalnya, adalah salah satu contoh pemanfaatan mikrokontroler.

Untuk dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan user, mikrokontroler harus diprogram terlebih dahulu, dengan susunan instruksi program yang memang sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Bahasa yang digunakan untuk pemrograman mikrokontroler adalah bahasa assembler atau ada juga yang menyebutnya dengan assembly.

Instruksi dalam assembler lebih rumit dan panjang dibandingkan dengan instruksi yang digunakan dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Visual Basic, Delphi, Foxpro, C++, Pascal, dan lain sebagainya. Beruntunglah sudah ada vendor yang menyediakan bahasa pemrograman yang sudah mirip dengan bahasa pemrograman tingkat tinggi untuk memprogram mikrokontroler.

Berikut ini adalah 7 alasan mengapa menggunakan mikrokontroler lebih menguntungkan dibandingkan menggunakan kumpulan IC digital sederhana dalam sebuah aplikasi hardware digital:

  1. Lebih mudah dalam membuat desain rangkaian.
  2. Lebih mudah untuk direalisasikan.
  3. Lebih murah untuk direalisasikan.
  4. Lebih ringkas dan hemat tempat.
  5. Bila terjadi masalah lebih mudah untuk diperbaiki.
  6. Bagi user yang menjual aplikasi hardware, maka desain aplikasi hardware yang menggunakan mikrokontroler lebih sulit untuk dijiplak, karena bagian yang terprogram didalam IC tidak terlihat.
  7. Lebih mudah untuk membuat sebuah aplikasi hardware yang terkoneksi dengan aplikasi software pada komputer. Aplikasi pengendalian mesin atau aplikasi monitoring kerja mesin lebih mudah dibuat dengan mikrokontroler.

Jelaslah sudah, setelah hadirnya mikrokontroler, IC digital sederhana yang hanya menyediakan satu fungsi logika atau satu fungsi aritmetika dalam sebuah IC hanya digunakan sebagai komponen pelengkap didalam sebuah aplikasi hardware digital.

Demikian penjelasan mengenai mikrokontroler dan fungsinya secara umum, semoga memberikan gambaran mengenai manfaat dan fungsi mikrokontroler bagi para pembaca sekalian. Selamat beraktifitas .. have a nice day :-)

 www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

Comments :

0 comments to “7 Alasan Mengapa Menggunakan Mikrokontroler (Microcontroller) Dalam Sebuah Rangkaian Digital?”


Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...