Thursday, June 16, 2016

Baterai Laptop Sebaiknya Senantiasa Di-Charge Atau Dilepas Setelah Baterai Penuh?

www.AstroDigi.com AstroDigi.com | Kamis, 16 Jun 2016 | Ada beberapa rekan sekerja dan juga siswa dari workshop saya yang menanyakan hal-hal yang terkait dengan keawetan pemakaian baterai dari laptop (atau netbook) yang mereka pergunakan. Dimana inti dari pertanyaan adalah seperti halnya judul dari artikel ini yaitu cara manakah yang lebih membuat baterai laptop panjang umur, dengan senantiasa menghubungkan laptop ke “charger” (power supply, kadang disebut secara umum sebagai adaptor), atau melepaskannya setelah baterai penuh.

Jawaban singkatnya: “Tergantung kepada tipe baterai dan tipe power regulator system yang terpasang didalam circuit laptop tersebut”. Kalau sedemikian teknisnya faktor penentunya bagaimana mengetahuinya secara awam dan mudah?
Tenang saja .. ada indikator yang dapat anda gunakan untuk menentukan secara mudah, bagaimana seharusnya perlakuan yang tepat kepada baterai.

Pertama:
Lihatlah apakah baterai pada laptop anda tipe “fast charge” (artinya terisi secara cepat). Biasanya baterai tipe ini dalam setiap 3 menit saja prosentase kenaikan kapasitas daya yang tersimpan pada baterai saat charging mengalami kenaikan.

Sebaliknya tipe yang “slow charge” biasanya lama terisi, dalam waktu 3 menit tidak terlihat kenaikan satu angkapun pada prosentase kapasitas baterai. Prosentase kapasitas baterai bisa dilihat di bagian pojok bawah windows bar dimana indikator baterai berada.

Kedua:
Biarkan dahulu charger tetap terpasang selama 5 menit setelah baterai terisi penuh (kapasitas sudah 100%). Pegang charger dengan tangan anda, rasakan apakah charger masih panas atau sudah dingin.

Charger yang masih panas pada saat baterai sudah penuh biasanya ada pada sistem pengisian “fast charge”, sebaliknya bila charger sudah menjadi dingin saat baterai penuh, berarti berada pada sistem pengisian “slow charge”.

Ketiga:
Dengan menggunakan kedua teknik sederhana diatas seharusnya anda bisa mengetahui tipe dari pengisian menggunakan sistem “fast charge” atau “slow charge”.
Setelah anda mengetahui tipe mana laptop anda maka anda bisa tentukan perlakuan yang tepat untuk menjaga keawetan baterai laptop anda.

Untuk tipe “fast charge” sebaiknya charger dilepas setelah baterai penuh
Untuk tipe “slow charge” sebaiknya charger selalu terpasang, selain menjaga agar waktu tidak banyak terbuang karena menunggu pengisian, juga menjaga agar laptop siap pakai saat dibutuhkan.

----------------------------------

Bagaimana bila baterai pada sistem “fast charge” terus menerus terpasang pada charger setelah penuh? Jawabnya: baterai akan menjadi terlalu panas dan cepat rusak karena overcharge (terisi melebihi kapasitas baterai).
Untuk hal ini saya sudah mencobanya sendiri pada laptop saya yang tipe pengisiannya memang “fast charge” dan hanya dalam waktu 3 bulan baterai rusak :-).

Untuk tipe “slow charge” saya juga sudah mencoba untuk tidak melepaskan charger selama tidak perlu saya jinjing keluar, terpasang terus lebih kadang sampai seminggu penuh, dan nyatanya sampai setahun lebih baterai masih awet.

Aturan untuk laptop ini juga dapat anda terapkan pada smartphone (HP), dengan indikasi yang sama seperti petunjuk diatas anda bisa tentukan apakah HP boleh tetap terpasang ke charger atau harus segera dicopot dari charger setelah penuh.

Demikian artikel mengenai salah satu cara untuk menjaga keawetan baterai.
Akhir kata, semoga artikel ini berguna bagi para pembaca, selamat mencoba dan selamat beraktifitas .. have a nice day :-)

 www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...