Sunday, November 29, 2009

Thích Quảng Đức, Biarawan Yang Membakar Dirinya Sebagai Protest Terhadap Penguasa


www.AstroDigi.com

AstroDigi.com | Thích Quảng Đức, adalah seorang biarawan aliran Mahayana, dari kuil Thien Loc, yang telah berjasa memotori dan mengawasi pendiran puluhan kuil di berbagai tempat Vietnam.
Ia lahir di Hội Khánh, in Vạn Ninh District of Khánh Hòa province in central Vietnam dengan nama Lâm Văn Tức. Ia mengubah namanya menjadi Nguyễn Văn Khiết saat diangkat sebagai putra pamannya. Dan kemudian, pada usia 20 tahun, setelah memutuskan untuk menjadi biarawan secara penuh ia menggunakan nama “dharma”nya, Thích Quảng Đức. Ia memutuskan untuk mengorbankan dirinya sebagai symbol protes terhadap kekangan pemerintah bagi kebebasan beragama di negara itu.

Pada tanggal 11 June 1963, Thích Quảng Đức sampai ke lokasi dengan menggunakan mobil, setelah keluar dari mobil ia bersila di tengah jalan yang ramai tersebut. Ia kemudian menyiramkan bensin keseluruh tubuhnya, dibantu dengan biarawan yang lain. Kemudian ia menyalakan korak api dan membakar tubuhnya sendiri hingga hangus.

Malcolm Browne dan David Halberstam, reporter New York Times yang bertugas meliput di Vietnam (saat itu invasi Amerika ke Vietnam masih berlangsung) datang ke tempat kejadian, dan mengabadikan kejadian ini. Sehari sebelumnya, juru bicara dari kalangan umat Budha mengatakan bahwa akan ada kejadian penting besok pagi di dekat kedutaan besar Kamboja di Saigon.
Photo Malcolm Browne dan tulisan David Halberstam, mendapatkan hadiah Pulitzer. Presiden Amerika John F. Kennedy yang melihat photo dan tulisan mereka berkata: "no news picture in history has generated so much emotion around the world as that one." (tidak ada gambar pada suratkabar dalam sejarah, yang begitu membangkitkan emosi keseluruh dunia seperti halnya yang satu ini).

David Halberstam menuliskan:
Aku mengamati lagi, tetapi sekali saja sudah cukup. Api itu datang dari manusia; tubuhnya perlahan layu dan mengerut ke atas, kepalanya menghitam dan menjadi arang. Di udara tercium bau daging manusia terbakar; seorang manusia secara mengejutkan terbakar dengan cepat. Dibelakangku, aku bisa mendengar isak para warga Vietnam yang sekarang berkumpul. Aku terlalu shock untuk menangis, terlalu bingung untuk mencatat atau mengajukan pertanyaan, dan terlalu bingung untuk berpikir ... Ketika ia terbakar, ia tidak pernah bergerak sedikitpun, tidak mengucapkan suara, dilakukan dengan ketenangan luar biasa, menjadi kontras dengan ratapan orang-orang di sekelilingnya.

Sayangnya pengorbanan ini hanya ditanggapi dingin oleh presiden Ngô Đình Diệm, bahkan ipar wanitanya, yang dianggap sebagai first lady di Vietnam saat itu (catatan: Diệm adalah seorang bujangan), memberikan komentar yang sinis, dengan mengatakan: “clap hands at seeing another monk barbecue show” (mari bertepuk tangan bersama pada pertunjukan barbecue biarawan).
Ngô Đình Diệm bahkan mengeluarkan pernyataan bahwa Thích Quảng Đức dalam keadaan mabuk obat-obatan sebelum dipaksa untuk melakukan bunuh diri, dan menuduh Malcolm Browne telah menyuap Thích Quảng Đức, untuk membakar dirinya sendiri.

Vietnam adalah negara dengan 70% lebih penduduknya memeluk agama Budha. President Ngô Đình Diệm adalah pemeluk agama Katholik yang jumlahnya minoritas di Vietnam, dengan bantuan Amerika ia dapat berkuasa di Vietnam, dan menjadi presiden pertama di negara itu. Ia berusaha dengan kuat untuk meng-Katolik-kan Vietnam dengan memberikan promosi lebih bagi pemeluk agama Katholik, bagi para pejabat militer maupun militernya.
Ngô Đình Diệm bahkan sempat berujar pada seorang petinggi militernya: “Tempatkan perwira Katholik-mu pada seluruh tempat yang sensitive, mereka dapat diandalkan”. Banyak perwira kemudian berganti memeluk Katholik demi untuk memperoleh karir militer yang lebih baik. Dan selanjutnya distribusi persenjataan bagi para aparat pelindung wilayahpun hanya diberikan pada pemeluk Katholik.

Meskipun tidak mendapatkan tanggapan pemerintah, namun tekanan publik dan simpati dunia membuat Amerika menghentikan bantuannya. Beberapa biarawan lain kemudian mengikuti jejak Thích Quảng Đức's, dan perlahan namun pasti dukungan masyarakat dan dunia mengakhiri krisis diskriminasi beragama di negara itu.
Puncaknya pada tanggal 2 November 1963, gerakan militer yang dipimpin Jendral Duong Van Minh dan Tran Van Don, mengadakan kudeta. Kudeta tersebut menewaskan Ngô Đình Diệm, dan mengakhiri berlangsungnya diskriminasi beragama di negara itu.

Thích Quảng Đức, dianggap sebagai pahlawan dan martir di Vietnam. Saat akan dikremasi ulang, pada tubuhnya yang telah hangus total didapatkan kenyataan menakjubkan bahwa jantungnya tidak terbakar dan masih dalam keadaan segar. Dianggap sebagai simbol kesucian, jantung tersebut kemudian diawetkan dan disimpan di Pagoda Xa Loi.



www.AstroDigi.com (Nino Guevara Ruwano)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...